Murai Batu Sang Penyanyi Merdu

Murai Batu Sang Penyanyi MerduBurung Murai Batu yang memiliki ciri khas ekor panjang dan ketika berkicau ekornya serta merta dihentakkan ke atas dan ke bawah. Murai Batu ini terdiri dari beberapa nama sesuai dengan asal burung tersebut. Konon menurut para pakar burung bahwa burung murai batu asal Medan Sumatera yang menjadi favorit para penghobies burung murai ini. Namun sekalipun burung tersebut berasal dari Medan tidak menjamin bahwa burung tersebut adalah burung yang bagus karena semua itu tergantung dari bawaan burung tersebut atau katuranggan. Ciri khas Murai Batu Medan menurut pakar burung adalah ukuran body lebih besar dari, ekor lebih panjang dan pada ujung ekornya biasanya akan mengarah kebawah bila sudah panjang. Variasi lagu lebih banyak dari jenis murai batu lainnya. Hal yang paling mudah dilihat apabila burung tersebut sudah dewasa. Bila masih piyikan memang agak sulit membedakannya.

 

Mengenai suara burung ini memang sungguh enak di dengar. Tak hanya siang hari, malam hari saja bila sang murai batu ini berkicau sungguh kicauannya amat merdu. Burung ini dalam pemeliharaannya tidak terlepas dari kroto yang merupakan makanan pokok, dan untuk extra fooding biasanya diberikan : jangkrik, kelabang, belalang serta ulat. Konon bila pasokan kroto kurang maka burung ini akan malas bunyi. Burung ini cocok di dareah yang beriklim panas. Untuk proses penjemuran burung murai ini biasanya disesuaikan dengan kebiasaannya. Sekalipun ia tahan terhadap cuaca panas namun bukan berarti ia akan bertahan apabila seharian dijemur.

 

Bersihkan kandang setiap hari dan jangan lupa untuk mengganti makanan serta air minum yang terdapat dalam sangkar burung tersebut. Hal ini berguna demi kesehatan burung dan kita sebagai pemilik burung tersebut.

One thought on “Murai Batu Sang Penyanyi Merdu

  1. Dengerin suara murai batu emang ngga ada bosennya berisik tapi asyik gitu lho. dulu waktu aku masih tinggal didesa dikaki utara gunung Ciremai, aku sering dengerin suara murai yang hidup dialam bebas, mungkin burung-burung lepas dari rumah atau pasar burung. biasanya aku temukan di hutan lebat dan gelap disekitar sumber mata air yang banyak tumbuh pohon bambu, dan semak-semak belukar yang rapat. mereka hidup secara individu dalam radius kurang lebih 1 km. kalau aku pergi ketempat tempat tersebut dengan bersiul mereka akan mendekat dan menjawab siulanku.
    sayang sepuluh tahun terakhir, tangan-tangan jahil merenggut mereka dari alam bebas, para pemburu burung dengan tebaran jaringnnya membuat komunitas kicauan alam bebas disana punah. murai batu punah, anis merah musnah, kacer dada putih sirna, ooooooh kejamnya. alamku sunyi tanpa nyanyian mereka.

    Salam boboa

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s