Merawat Pleci dari bahan sampai buka paruh

Pada tulisan kali ini saya mencoba memberikan informasi seputar perawatan pleci jenis dakun atau dada kuning yang kebetulan saya memiliki pleci dakun dan sudah dirawat kurang lebih 2 tahun. Pada awalnya saya membeli dari ombyokan 1 ekor, memang ada sedikit kendala pada saat pertama kali memilih pleci dalam kandang ombyokan karena semuanya hampir memiliki ciri yang sama. Namun dengan sedikit keyakinan akhirya saya pilih 1 ekor yang menurut keyakinan saya itu pasti jantan. Bodinya agak panjang, begitu juga bentuk paruhnya agak panjang, lingkaran putih pada mata burung pleci terlihat agak sedikit tebal  serta suara panggilan yang sedikit tajam.

Setibanya dirumah saya memberikan pakan berupa pisang kepok (bhs. jawa) dan voer halus merk m****u dan ulat hongkong kurang lebih 5 ekor dan kroto sebanyak 1 sendok makan. Burung sengaja tidak saya mandikan karena biasanya burung pleci suka mandi sendiri kalau tempat air minumnya diisi penuh. Burung sengaja tidak saya kerodong dan dibiarkan diluar (teras depan rumah) sampai malam hingga pagi. besoknya pagi jam 05.30 air minum saya ganti sambil membuang kotoran dalam sangkar kemudian saya angin2kan tak lama burung itupun mandi ditempat air minumnya. Setelah kurang lebih 1 minggu saya coba berikan jangkrik sebanyak 5 ekor yang diambil bagian perutnya saja kemudian saya berikan kepada burung pleci itu dan pleci itupun langsung memakannya dengan lahap. Pakan voer halus saya tambahkan susu bubuk dan tepung jangkrik  ulat hongkong tetap diberikan pagi sore tidak usah banyak2.

Kurang lebih 1 minggu setelah diberi jenis makanan tersebut burung pleci sudah mulai ngalas2. Sampai akhirnya tak lama kemudian memasuki masa mabung. Pada saat pleci mabung menu pakan tetap sama yang diberikan pada waktu sebelum mabung. Setelah menunggu masa mabung selesai burung pleci sudah mulai semakin rajin ngalas dan ngriwik kasar bahkan sesekali buka paruh sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk membeli 1 ekor lagi untuk menemani pleci yang sudah saya miliki tadi. Setiap hari khususnya pada sore saat menjelang tidur kedua burung pleci saya dekatkan sangkarnya sampai menjelang pagi. jam 5.30 keduanya saya pisahkan tak sampai 1 minggu pleci yang pertama saya beli sudah mulai rajin buka paruh dengan volume kencang dan pleci yang masih baru sesekali membalas dengan suara panggilan keras, dan sesekali terdengar suara ngriwik halusnya saja.

Selang 1 bulan pleci yang baru sudah rajin ngalas kemudian saya coba bawa jalan-jalan kerumah teman sambil ngobrol2. Memang tidak setiap minggu sekali saya bawa jalan2 kadang dua minggu baru pleci saya bawa jalan2 lagi dan hasilnya benar2 luar biasa. Bisa jadi memang sudah bakat dari burung pleci itu sendiri karena memang sejak saya beli dari ombyokan pleci itu agak sedikit jinak, sebab saat saya beri ulat hongkong 1 ekor ukuran agak kecil burung itu langsung mengambilnya dari jari tangan saya. Mudah2an tulisan ini sedikit bermanfaat bagi para penghobi burung pleci. Salam Kicau Mania…